Inspirasi

Share this

Momentum ‘Hidup Sehat’ dari Dokter Aldrin Neilwan

dokter_persona_aldrin neilwan
Dok. Kabar Sehat Online

KabarSEHATOnline - Sebuah momentum di tahun 2002, tidak pernah dilupakan. Momentum itu membuatnya mengambil keputusan untuk terus memperdalam ilmu dan profesi yang sekarang ditekuninya.

Dokter Aldrin Neilwan Pancaputra mengingat betul apa yang dialaminya kala itu. Tepatnya tahun 2002, ia baru saja lulus menjadi dokter. Saat menjalankan tugasnya di ruang Unit Gawat Darurat di sebuah rumah sakit, tiba-tiba ia terserang sakit kepala yang luar biasa hebat. “Antara sadar dan tidak sadar,” demikian ia menggambarkan.

Sebuah pengalaman kesehatan yang tidak pernah dirasakannya. Dokter pun memvonisnya terkena hipertensi. “Sebuah rekomendasi yang sangat mengejutkan saya, bahwa penyakit ini harus diobati seumur hidup,” ungkapnya. Atas rekomendasi tersebut, ia lantas bertanya dalam dirinya. “Apa iya saya harus seperti itu (konsumsi obat seumur hidup)? Apakah saya selemah itu?,” tanyanya dalam hati.

Dari kejadian itulah, ia jadikan sebuah momentum untuk mengubah pola hidup. Ia mulai menjalankan hidup sehat seperti istirahat cukup, mengonsumsi makanan yang baik, sesuai kebutuhan, waktu, serta porsinya. Herbal pun dia posisikan bukan sebagai obat, tetapi fungsional food yang berperan sebagai penjaga kesehatan.

Kejadian itu pula yang membuat dokter kelahiran Medan 20 Juli 1969 ini memutuskan untuk memperdalam ilmu kesehatan lain yang digunakan untuk membantu kesehatan makhluk hidup, yakni akupuntur medik. Ia menempuh pendidikan itu di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Sejumlah gelar kesehatan lain juga diperolehnya melalui pendidikan formal di berbagai lembaga akademik seperti Universitas Sebelas Maret dan Universitas Bung Karno. Melalui sederet pendidikan formal itulah, dokter yang kini bertugas di Unit Pelayanan Kesehatan Komplementer RS Kanker Dharmais itu bergelar, dr Aldrin Neilwan P. MD., MARS., M Biomed, M. Kes, Sp AK.

Pengobatan Non-Konvensional
Pengabdiannya sebagai seorang dokter yang concern terhadap pengobatan non-konvensional, tak lepas karena keinginannya untuk ambil bagian dalam pelestarian budaya bangsa. “Selain karena saya ingin mengaktualisasikan diri dalam pengembangan kesehatan tradisional Indonesia, saya juga merasa berhutang budi kepada negara ini. Kita makan, minum, dan menghirup udaranya,” ujar dokter yang hobi membaca dan olahraga ini.

Tapi sebetulnya tak mudah mengaplikasikan pengobatan tradisional dalam dunia kesehatan di era modern. Menurutnya, pengobatan tradisional itu perlu dijelaskan bagaimana mekanisme kerjanya, bagaimana membuktikan keamanannya, bisa membuktikan hasilnya, dan bisa menstandarisasi metodenya.

Bagian lain yang tak kalah penting adalah bagaimana ia harus ambil bagian untuk memberi edukasi kepada pasien. Menurutnya, banyak pasien penderita kanker yang datang berobat kepadanya, dengan maksud menghindari operasi. “Kondisi semacam ini yang kerap dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dengan mengatakan bahwa dengan pengobatan alternatif atau minum ramuan ini atau itu, tidak perlu operasi,” ungkapnya. Jika sudah mendapat pasien seperti ini, maka dr Aldrin akan memberikan penjelasan yang detail tentang pentingnya penanganan medis dan posisi pengobatan alternatif bagi sang pasien. Sebab ia tidak menginginkan, jika pasien terus menerus berada di posisi yang lemah. [Lia] Sumber: Tabloid Kabar Sehat Edisi 24

Category: