Inspirasi

Share this

Mengenal Penyakit Lyme Yang Diderita Avril Lavigne

avril, lavigne, lyme, desease, penyakit, fly, special, olympic, kutu, ruam, kabar, sehat, online
Getty Image - www.ew.com

KabarSEHATOnline - Apakah Anda pernah mengalami gejala demam, pusing, merasa tidak enak badan, dan kemudian mendapati ruam merah di kulit yang semakin hari semakin melebar setelah beraktifitas di luar ruangan atau setelah bermain dengan anjing atau kucing peliharaan Anda? Mungkin saja Anda menderita penyakit Lyme yang juga diderita oleh penyanyi cantik asal Kanada, Avril Lavigne.

Awalnya, penyanyi yang pernah konser di Jakarta ini ingin mengadakan pesta ulang tahun ke-30 di kota Las Vegas pada Oktober 2014. Bukan kesenangan yang didapatkan bersama teman-temannya, malah Avril Lavigne merasa seperti sedang sekarat.

"Aku merasa sulit untuk bernapas. Aku pun tidak dapat berbicara dan bergerak. Aku pikir aku sedang sekarat. Lalu teman-temanku bertanya kenapa. Aku pun tidak tau," ungkap Avril Lavigne seperti dikutip pada majalah People edisi April 2015.

Lalu apakah sebenarnya penyakit Lyme sehingga Avril Lavigne sempat merasa dirinya sedang sekarat? Penyakit Lyme (Lyme disease) adalah salah satu jenis penyakit peradangan akut yang ditandai oleh ruam di kulit, peradangan sendi, dan gejala yang menyerupai flu dengan perantara (vektor) berupa kutu. Namun tidak semua kutu mengakibatkan penyakit ini dan tidak semua kutu yang mengakibatkan penyakit Lyme akan menularkannya kepada Anda bila tergigit.

Penyakit ini diberi nama Lyme dari kata Old Lyme, suatu kota di Connecticut, Amerika Serikat, dimana kasus ini pertama kali ditemukan. Penyakit ini disebabkan oleh Borrelia burgdoferi, bakteri dari golongan Spirochetes, dan disebarkan secara luas oleh kutu Ixodes scapularis. Kutu tersebut umumnya menghisap darah burung, hewan peliharaan, hewan liar, dan juga manusia.

Gejala khas penyakit Lyme adalah sakit kepala, kelelahan dan ruam melingkar di dekat daerah yang digigit kutu yang bisa mencapai diameter 15 cm setelah 1-2 minggu setelah gigitan kutu. Pada 75 persen kasus penyakit Lyme, ditemukan adanya bintik merah yang lebar pada daerah sekitar tempat kutu mengigit manusia yang disebut erythema migrans. Saat gejala awal timbul, penyakit ini dapat diatasi dengan tetrasiklin atau penisilin, namun apabila tidak diobati maka penyakit akan akan berkembang ke tingkat kronis yang dimulai beberapa minggu atau bulan setelah digigit kutu. Penyakit Lyme kronis ditandai dengan artritis dan gangguan neurologis.

Untuk mencegah gigitan kutu pada kulit dan dari pakaian, dapat digunakan senyawa penangkal kutu berupa diethyl-meta-toluamide (DEET). Vaksin untuk penyakit Lyme juga telah dikembangkan dan terutama diperuntukkan untuk hewan. Untuk mengobati infeksi penyakit ini, dapat digunakan doksisiklin (senyawa turunan tetrasiklin), atau amoksisilin (antibiotik beta-laktam) selama 20-30 hari. Apabila penyakit telah memasuki fase kronis maka dapat digunakan penisilin atau ceftriaxone dalam dosis tinggi yang disertai dengan probenicid, senyawa kimia yang dapat mempertahankan serum antibiotik di dalam tubuh hingga 30 hari.

"Saya tidak habis pikir bahwa ternyata kutu dapat menyebabkan penyakit ini," kata Avril Lavigne yang harus menjalani rawat inap selama 5 bulan semenjak terdiagnosa penyakit Lyme pada Oktober 2014. Saat ini, Avril Lavigne telah pulih dan mulai bersiap untuk merilis single terbarunya yang berjudul Fly dimana lagu ini juga sebagai bentuk dukungan atas diselenggarakannya Special Olympics 2015-Olimpiade bagi para penyandang disabilitas, yang digelar di Los Angeles, Amerika Serikat. [Taz] Dikutip dari berbagai sumber

Category: