Inspirasi

Share this

dr. Kaka Renaldi, SpPD, Terinspirasi Sebuah Film

dokter kaka_Gastroenterologi_kabar sehat online
Dok. Kabar Sehat Online

KabarSEHATOnlineSebuah film ternyata bisa mempengaruhi seseorang dalam memilih karir. Hal itu dialami oleh dr. Kaka Renaldi, SpPD ketika dirinya masih remaja. Sebuah film seri televisi mengenai profil seorang dokter, Doogie Howser MD, menjadi salah satu alasan penguat keinginan dr. Kaka untuk menjadi seorang dokter.

Dr. Kaka mengakui sejak kecil, dirinya sudah bercita-cita menjadi dokter. Satu hal yang menarik, kedua orang tuanya sudah yakin apa profesi yang akan digeluti oleh masing-masing anaknya semenjak mereka masih kecil. "Entah kenapa saya dibilang menjadi dokter. Anak kedua menjadi insinyur, nomer tiga polisi, dan nomer empat dokter gigi. Dan keempat-empatnya benar," kenang dr. Kaka.

Dokter yang menekuni bidang penyakit dalam ini merasa menolong pasien dapat memberinya sebuah kepuasan batin. Menurutnya, inti dari profesi dokter adalah menolong sesama manusia. “Saya pernah dihadapkan pada suatu peristiwa dimana saya berhasil menghentikan pendarahan seorang pasien dengan endoskopi dan menghindari proses operasi. Itu adalah kenangan yang menarik bagi saya di bidang endoskopi,” kenang dr. Kaka.

Aktif bekerja sebagai staf Divisi Gastroenterologi Penyakit Dalam RSCM, dr. Kaka kini sedang mengambil pendidikan lanjutan untuk menjadi konsultan di bidang gastroenterohepatologi. "Dibutuhkan skill yang lebih mendalam mengenai ilmu gastroenterohepatologi. Oleh karena itu saya ingin memperdalam lagi supaya saya dapat berguna di divisi saya," ujarnya menjelaskan.

Ketika menemui kasus-kasus yang terbilang susah, dr. Kaka memiliki staf senior yang bisa menjadi tempatnya berkonsultasi. "Kita bikin tim, mungkin melibatkan teman sejawat dari divisi lain misalnya dari bedah, atau radiologi, atau hepatologi untuk bekerja bersama menolong pasien," ujar dr. Kaka.

Ditengah kesibukannya bekerja, dr. Kaka selalu berusaha meluangkan waktu dengan keluarganya. Untuk mensiasati pembagian waktu antara pekerjaan dan keluarga, dr. Kaka biasa mengajak keluarganya ke sebuah acara yang harus didatanginya di saat akhir pekan. "Saya usahakan selalu menyapa anak saya sebelum berangkat kerja," ujar suami dari dr. Anggina Diksita Pamasya ini. "Saya usahakan saya yang membuat susu untuk anak saya biar dia tau papanya ada di pagi hari," ujarnya.

Mengenai perkembangan dunia yang digelutinya, dr. Kaka menjelaskan tindakan dan terapi yang membutuhkan teknologi canggih sudah bisa dilakukan. Hal ini dikarenakan jumlah dan variasi pasien di Indonesia banyak sekali. Teknologi yang tepat dibutuhkan untuk mendukung pekerjaan dokter ahli penyakit dalam.

Tersedianya fasilitas kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, khususnya endoskopi, menjadi harapan dr. Kaka. "Agar pelayanan pasien sebisa mungkin dapat dilakukan lebih paripurna lagi," pungkas dr. Kaka. [Deni] Sumber: Tabloid Kabar Sehat Edisi 20

Category: