Inspirasi

Share this

Bahasa Indonesia, “Bahasa Ibu”

bahasa ibu_bahasa indonesia_kabarsehatonline
Dok. Kabar Sehat Online

Oleh Gloria S. Haslim, Leader dharma dexa.

Beberapa waktu lalu, olimpiade science kuark diadakan di seluruh Indonesia, diikuti lebih dari 80 ribu anak Indonesia dari kelas 1 SD sampai kelas 6 SD. Paling menarik menjadi pengawas di ruangan dimana anak kelas 1 dan 2 SD melakukan test.

Ada anak yang masuk dengan tenang tanpa beban, ada yang tidak bisa duduk diam, ada yang siap di meja dengan berbagai alat tulisnya. Aturan test dibacakan, lalu berdoa dan kertas jawaban dibagikan agar anak-anak bisa mengisi nama dan nomor peserta. Disini mulai terjadi kebingungan, ada yang tidak mengerti cara mengisi lembar jawaban. Kakak-kakak pengawas mulai bekerja memeriksa dan membantu anak yang bingung.

Waktu lembar soal dibagikan dan anak-anak diinstruksikan untuk mulai, terasa ruangan hening, tapi tidak lama... dalam hitungan 2 menit beberapa anak dalam waktu bersamaan mengacungkan tangan. “Kak, pinus itu apa?” , “Kak, seruman itu apa?” , “Kak, cobek itu apa?”, “Kak, tulang belikat itu apa dan ada dimana?”, “Pedati itu apa sih?” Ada yang lebih parah, “Kak, ini bacanya gimana?” Tapi sesudah dibacakan, dia langsung tahu jawabannya.

Anak-anak yang bertanya ini bukan anak-anak bodoh, mereka sangat cerdas, terlihat mereka cepat sekali menjawab soal-soal yang bahasanya mereka mengerti, mereka hanya terhambat beberapa kata yang tidak mereka ketahui artinya. Kakak-kakak berusaha sebaik mungkin menjawab pertanyaan dengan persamaan kata.

Sebelum waktu test selesai, sebagian besar anak sudah selesai dan ruangan mulai gaduh. Anak-anak yang sudah selesai bisa mengumpulkan lembar jawaban tapi harus duduk dengan tenang menunggu teman-teman yang belum selesai. Anak-anak mulai ngobrol dan terdengarlah pembicaraan yang campur aduk bahasa Indonesia dan bahasa Inggris diantara sebagian anak. “Kamu bisa ngga tadi?” “Easy cuma beberapa kata aku ngga ngerti.” “I need to go to the toilet.” “How long lagi kita mesti nunggu?” “May I drink, haus nih.” “Kak, boleh keluar ngga? My mom is waiting.” “Nanti ada susu ya? Saya suka milk nya!” Dll

Ini fenomena yang sudah tidak asing lagi, bahasa Indonesia tercampur aduk. Tidak ada masalah apabila dalam komunikasi formal kita tetap bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, tidak bermasalah apabila masyarakat Indonesia tetap bisa menghasilkan karya sastra bahasa Indonesia secara langeng. Akan bermasalah apabila kita pada akhirnya tidak mampu lagi berbahasa Indonesia yang baik dan benar apa lagi kemudian muncul pertanyaan, seperti apa bahasa Indonesia yang baik dan benar? Agak tragis kalau kita harus membuka kamus bahasa Indonesia untuk mencari arti suatu kata. Bagaimana membangun kecintaan kita pada bahasa Ibu kita, bahasa Indonesia. Sumber: Tabloid Kabar Sehat Edisi 019

Category: