Article

Share this

Tidur Terlalu Banyak Bisa Jadi Masalah Bagi Anda

Tidur Terlalu Banyak Bisa Jadi Masalah Bagi Anda
cbc.ca

KabarSEHATonline Bagi beberapa orang, tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap malam kadang terasa belum cukup. Adanya hasrat untuk menambah waktu tidur bisa merupakan tanda adanya gangguan kesehatan yang terjadi.

Hipotiroidisme
Ini adalah keadaan menurunnya sintesis dan sekresi hormon tiroid dari kelenjar tiroid. Tugas kelenjar kecil ini adalah mengontrol seberapa efisien sel tubuh mengubah makanan menjadi energi. Jika proses ini terganggu, maka berat badan Anda akan terus meningkat namun Anda merasa sedih, lesu, dan mengantuk.

Menurut peneliti di Harvard, lebih dari setengah wanita dunia mengalami hipotiroidisme. Salah satu cara mengujinya adalah dengan tes darah TSH (Thyroid Stimulating Hormone). Nilai yang tinggi menandakan keadaan tiroid yang kecil sehingga otak berusaha begitu keras untuk meningkatkan sekresi hormon tiroid.

Untuk mengatasinya, konsumsilah makanan berprotein seperti kacang, susu, yoghurt, telur, daging, dan ikan. Berdasarkan peneliti di Tufts University, asupan protein akan membantu absorpsi karbohidrat dan mencegah lonjakan insulin. Protein juga diketahui kaya akan asam amino tirosin, yaitu bagian penting dalam pembentukan hormon tiroid. Selain itu, gunakanlah obat yang bisa menghapus kebutuhan tidur berlebihan Anda selama 12 minggu.

Depresi
Keadaan ini membuat Anda sering merasa marah, cemas, susah berkonsentrasi, dan membutuhkan lebih banyak tidur. Menurut peneliti di University of California, tidak ada waktu tidur yang benar-benar terasa cukup untuk orang yang depresi.

Dalam sebuah penelitian terbaru di Inggris, wanita yang depresi menurunkan skor depresi mereka sebanyak 67% setelah mengikuti sembilan minggu kelas menari, sebuah angka yang sulit dicapai oleh obat-obatan antidepresan. Kombinasi aktivitas fisik saat menari dan irama musik yang digunakan akan mendorong otak memproduksi endorfin, senyawa kimia pembuat gembira. Oleh karena itu, cobalah menari selama 20 menit empat kali seminggu, baik sendiri ataupun berpasangan untuk menenangkan gejala depresi.

Untuk mengurangi risiko depresi terhadap tidur sebanyak 50%, konsumsilah 16 ons ikan perminggu, kata peneliti dari Universitas Stanford. “Otak menggunakan lemak esensial dari ikan untuk menghasilkan hormon antidepresan,” ujar psikiater Norman Rosenthal, M.D., pengarang The Gift of Adversity. “Meskipun makanan Anda sehat, kekurangan lemak ini bisa memicu depresi, gangguan tidur, dan lelah berkepanjangan.”

Sakit maag
Maag akan menyerang jika Anda tidur terlalu lama. Menurut peneliti di University of Oklahoma, setidaknya 40% orang dengan acid reflux (atau disebut Gastroesophageal Reflux Disease) akan terbangun setiap malam. Namun banyak orang yang tidak sadar bahwa penyebabnya adalah asam lambung.

Untuk mengurangi risiko gangguan tidur akibat asam lambung sebanyak 50%, cobalah makan dengan ritme yang lebih lambat. Menurut studi terbaru di University of Southern California, dengan mengubah pola makan menjadi lebih lambat, konsumsi makanan akan menurun sebanyak 30%. Agar maag kronis Anda bisa tertahan selama 48 jam, campurlah satu sendok makan cuka sari apel yang masih segar dengan delapan ons air dan minumlah sedikit demi sedikit sebelum makan.

“Cuka sari asam alami membantu mencerna makanan dan pindah ke usus halus sebelum bisa kembali ke esofagus,” jelas gastroenterologis, Joseph Brasco, M.D., pengarang Restoring Your Digestive Health.

Jeda napas saat tidur (Sleep Apnea)
Jika Anda mendengkur dengan keras, berhenti bernapas beberapa detik ketika tidur, atau kadang-kadang bangun dengan terengah-engah, mungkin sleep apnea penyebabnya.

Menurut peneliti di Jepang, ketika tidur berguling ke samping, apnea akan berkurang 50%. “Untuk menjamin Anda tidur dengan berguling ke samping, tempelkanlah bola tenis di punggung Anda,” saran Walter Gaman, M,D., salah satu penulis Stay Young. “Ini murah, mudah dilakukan, dan bekerja sangat baik.”

Selain itu, jika anda merasa memiliki berat badan berlebih, cobalah untuk mengurangi berat badan Anda. Hal ini memang tidak mudah, tapi hilangnya 7,5 kg berat badan juga akan membuang begitu banyak tekanan dari saluran napas bagian atas sehingga bisa mengurangi sleep apnea sebanyak 50%. Capailah berat badan ideal dan sleep apnea Anda akan hilang, ujar peneliti di New Jersey’s Mountainside Hospital [Wen] Dikutip dari www.ivillage.com

Category: 

Comments

ini merupakan informasi yang paling bagus, sebab saya mengalami apa yang dijelaskan diatas, terimakasih informasinya, sangat membantu sekali untuk hidup lebih sehat.