Article

Share this

Vaksin 'Supercharged', Revolusi Penghenti Serangan Asma

Vaksin 'Supercharged', Revolusi Penghenti Serangan Asma
123rf.com

KabarSEHATOnline Saat ini tengah dikembangkan vaksin 'supercharged' yang mampu mengatasi alergi tungau debu rumah dan menghentikan serangan asma. Ini adalah suntikan dengan aliran listrik untuk meluncurkan vaksin ke dalam sel sistem imun yang menjadi salah satu revolusi dalam pengobatan asma.

Serangan asma dipicu oleh sistem imun yang bereaksi berlebihan terhadap paparan benda asing (alergen) sehingga melepaskan mediator kimia histamin. Senyawa inilah yang menyebabkan terjadinya  pembengkakan dan iritasi pada saluran pernapasan yang akhirnya menyebabkan munculnya asma.

Saat ini, metode pengobatan asma yang digunakan adalah imunoterapi. Dengan pemberian injeksi sejumlah kecil protein tungau debu rumah berbahaya secara berulang, diharapkan sistem imun menjadi kebal terhadap protein tersebut dan tidak lagi bereaksi berlebihan. Paparan ini juga merangsang produksi 'sel pembantu', yang akan meredam reaksi berlebihan tersebut. Namun, metode ini memakan waktu lama dan melibatkan 50 hingga 80 suntikan selama lebih dari lima tahun.

Hal ini membuat para peneliti kemudian mengembangkan vaksin 'supercharged'. Dibanding menggunakan protein tungau debu rumah asli, vaksin baru ini hanya mengandung sejumlah kecil DNA dari protein tersebut.

DNA pada vaksin 'supercharged' mengandung informasi genetik untuk pembentukan protein. Dengan teknik baru, DNA diinjeksikan ke dalam tubuh lalu diabsorbsi oleh sel imunSel kemudian membuat protein sendiri, menggunakan petunjuk dari DNA.

Paparan sejumlah kecil DNA ini memungkinkan sistem imun untuk menyesuaikan diri terhadap protein yang masuk dan memproduksi 'sel pembantu'. Metode ini memberikan perlindungan yang sebanding dengan imunoterapi hanya lewat satu kali suntikan.

Meski begitu, adanya membran plasma sebagai lapisan pelindung terluar sel merupakan hambatan bagi vaksin untuk masuk ke dalam sel, dan vaksin elektrik diharapkan menjadi salah satu solusinya.

Setelah mengalirkan listrik melalui kulit, para peneliti di Chulalongkorn University di Bangkok, Thailand, menyuntik tikus dengan alergen tungau debu rumah yang berisi vaksin ber-DNA. Aliran ini untuk sementara akan membuka membran plasma yang memelihara sistem imun tetap utuh.

Hasil penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Immunology Letters memaparkan bahwa kadar ‘sel pembantu' yang dihasilkan 40 kali lebih tinggi setelah suntikan berlistrik tersebut dibanding dengan cara konvensional. Penelitian ini merupakan langkah penting menuju vaksin yang lebih efektif, dan tim peneliti pun yakin bahwa teknologi ini akan bekerja pada manusia. [Wen] Dikutip dari Dailymail.com

Category: 

Comments

Senang mengetahui adanya vaksin supercharged ini, dan ingin rasanya divaksin, karena saya punya penyakit asma yang sering dan mudah sekali kambuh.