Article

Share this

Tingkatkan Kesuburan Dengan Berolahraga

Tingkatkan Kesuburan Dengan Berolahraga
123rf.com

KabarSEHATOnlineSedang merencanakan untuk punya momongan? Menurut sebuah studi terbaru, olahraga dapat meningkatkan jumlah sperma sehingga memperbaiki kesuburan pria.

Seorang Peneliti dari Harvard School of Public Health mengatakan, jumlah sperma biasanya lebih tinggi pada mereka yang berolahraga teratur, khususnya pria yang melakukan angkat beban atau berolahraga luar ruangan. Pria yang berolahraga tujuh jam per minggu atau satu jam setiap harinya memiliki konsentrasi sperma 48 persen lebih tinggi daripada mereka yang hanya berolahraga satu jam per minggu.

Studi ini melibatkan relawan pria yang menjalani terapi kesuburan di Massachusetts General Hospital Fertility Center antara tahun 2006 hingga 2012. Sebanyak 137 pria memberikan sampel sperma dan mengisi kuesioner terkait olahraga dan aktivitas fisik mereka sehari-hari.

Para peneliti menemukan pria dengan kadar aktivitas fisik moderat hingga berat memiliki kadar konsentrasi sperma yang lebih tinggi. Ditemukan juga bahwa tipe aktivitas tertentu yang paling dapat meningkatkan konsentrasi sperma adalah angkat beban dan olahraga luar ruangan.

Pria yang berolahraga luar ruangan rata-rata memiliki konsentrasi sperma 42 persen lebih tinggi dibanding mereka yang tidak. Sementara pria yang melakukan angkat beban memiliki konsentrasi sperma 25 persen lebih tinggi.

Angkat beban memperbaiki produksi testosteron dan sensitivitas insulin yang berhubungan dengan konsentrasi sperma yang lebih tinggi. Sementara olahraga luar ruangan dipercaya meningkatkan kadar vitamin D dari sinar matahari sehingga kesuburan pun semakin baik.

Walaupun begitu, tidak semua olahraga baik untuk keseburan pria, contohnya bersepeda. Tekanan pada testis pada sadel sepeda akan meningkatkan suhu dan berdampak buruk bagi konsentrasi sperma. Hasil studi ini telah dipresentasikan pada the joint meeting of the International Federation of Fertility Societies and the American Society for Reproductive Medicine di Boston, Amerika Serikat. [SaS] Dikutip dari http://men.webmd.com

Category: