Article

Share this

Gangguan Prostat: Gejala dan Komplikasinya

pembesaran, prostat, disfungsi, ereksi, ejakulasi, air mani, Benign Prostatic Hyperplasia, BPH, kabar sehat, online
123rf.com

KabarSEHATOnline - Sudah menjadi risiko bagi seorang laki-laki, yang memiliki organ prostat untuk mengalami gejala pembesaran prostat, karena organ ini hanya dimiliki oleh laki-laki. Ketika seseorang mengalami gejala pembesaran prostat, penyakit yang paling sering menjadi diagnosa adalah pembesaran prostat jinak (Benign Prostatic Hyperplasia, BPH).

Tidak jarang pembesaran prostat dapat menyebabkan disfungsi ereksi yang bisa mengganggu keharmonisan rumah tangga. Setelah kita tahu apa itu BPH dan apa saja faktor risikonya, kini anda dapat mengetahui informasi mengenai gejala dan komplikasi BPH.

Berikut gejala BPH yang sering di alami oleh penderitanya:
- Kesulitan untuk memulai berkemih atau buang air kecil
- Sering kencing, ≥ 8 kali per hari
- Tidak dapat menahan kencing
- Kesulitan saat mulai berkemih
- Mengejan pada waktu berkemih
- Aliran urin lemah dan tersendat-sendat
- Merasa tidak tuntas setelah berkemih, urine tetap menetes saat selesai berkemih

Komplikasi BPH
Apabila tidak ditangani dengan baik, BPH dapat menyebabkan beberapa komplikasi. Sumbatan pada saat berkemih dan retensi urin yang terjadi dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam kandung kemih dan terbatasnya aliran urin dari ginjal sehingga dapat meningkatkan tekanan di dalam ginjal.

Tekanan yang meningkat ini dapat mempengaruhi fungsi ginjal. Jika sumbatan tetap terjadi dapat menyebabkan kandung kemih menjadi overstretch (peregangan berlebih) sehingga dapat mengakibatkan pembuluh darah vena kecil pada kandung kemih dan uretra juga meregang.

Kadang-kadang, peregangan berlebih tersebut dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah vena kecil dan mengakibatkan adanya darah di dalam urin. Gejala yang paling dirasakan adalah rasa nyeri pada perut bagian bawah.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria yang mengalami pembesaran prostat (BPH) terkadang menderita gangguan ereksi, dan semakin parah gejala BPH akan meningkatkan risiko terjadinya gangguan ereksi.

Selain itu, pria dengan BPH juga memiliki kecenderungan untuk menurunnya keinginan untuk berhubungan seksual, kesulitan dalam menjaga ereksi dan menurunkan kepuasan dalam berhubungan seksual. Jadi, jangan anggap enteng penyakit ini, karena dapat menganggu keharmonisan rumah tangga Anda.

Referensi:

  1. http://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/benign-prostatic-hyperp...(bph)
  2. http://www.alodokter.com/bph-benign-prostatic-hyperplasia
  3. https://www.niddk.nih.gov/
  4. http://www.webmd.com/men/prostate-enlargement-bph/features/managing-sexual-concerns-if-you-have-bph#1 cited 2016, September 30.
  5. http://www.merckmanuals.com/home/men-s-health-issues/benign-prostate-dis...benign-prostatic-hyperplasia-bph cited 2016, September 30


Baca Juga:
Gangguan Prostat: Ketahui dan Kenali Faktor Risiko