Article

Share this

Gangguan Prostat: 4 Cara Penyembuhan dan Efek Samping

pembesaran, prostat, bph, gaya hidup, operasi, kabar, sehat, online
123rf.com

KabarSEHATOnline - Sudah menjadi risiko bagi seorang laki-laki, yang memiliki organ prostat untuk mengalami gejala pembesaran prostat, karena organ ini hanya dimiliki oleh laki-laki. Ketika seseorang mengalami gejala pembesaran prostat, penyakit yang paling sering menjadi diagnosa adalah pembesaran prostat jinak (Benign Prostatic Hyperplasia, BPH).

Jika anda didiagnosa menderita BPH, ada beberapa pilihan dalam penatalaksanaannya, baik itu secara swa-medika ataupun yang memerlukan bantuan ahli. Berikut diantaranya:

1) Perubahan gaya hidup
- Mengurangi jumlah minum, terutama saat akan bepergian keluar
- Menghindari konsumsi cafein dan alkohol
- Menghindari/mengontrol penggunaan obat seperti dekongestan, antihistamin, antidepresan, diuretik
- Latihan menahan kencing
- Olah raga secara teratur, misalnya jalan kaki setiap hari selama 1 jam
- Menghindari/mencegah terjadinya konstipasi/sembelit

2) Terapi farmakologi
- Alpha blocker (terazosin, doxazosin, tamsulosin, alfuzosin, silodosin)
- Phosphodiesterase-5 inhibitor (tadalafil)
- 5-alpha reductase inhibitor (finasteride, dutasteride)
- Terapi kombinasi (finasteride + doxazosin, dutasteride + tamsulosin)

3) Tindakan minimal invasif
Tindakan ini dilakukan dengan cara menghancurkan kelenjar prostat yang mengalami pembesaran dengan bantuan alat kateter atau cystoscope (transurethral method), sehingga dapat mengurangi sumbatan yang terjadi pada saluran kemih.

4) Pembedahan
Untuk terapi jangka panjang, kadang diperlukan tindakan pembedahan untuk mengangkat kelenjar prostat yang mengalami pembesaran. Pembedahan biasanya dilakukan apabila terapi farmakologi dan tindakan minimal invasive tidak efektif, gejala klinis memberat, dan mulai muncul gejala komplikasi.

Efek Samping Terapi Farmakologi
Pemberian terapi farmakologi pada penderita BPH dapat memberikan efek samping yang tidak diinginkan. Misalnya terapi dengan golongan phosphodiesterase-5 inhibitor bisa terjadi efek samping seperti sakit kepala, pusing, mual, nyeri dada selama aktivitas seksual. Sedangkan golongan alpha blocker dapat terjadi efek samping seperti gangguan ejakulasi dan penurunan hasrat seksual. Oleh karena itu, sebelum menggunakan berbagai terapi untuk pengobatan pembesaran prostat jinak, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter dan apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan, segera periksa dan konsultasikan dengan dokter yang merawat.

Referensi:

  1. http://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/benign-prostatic-hyperp...(bph)
  2. http://www.alodokter.com/bph-benign-prostatic-hyperplasia
  3. https://www.niddk.nih.gov/
  4. http://www.webmd.com/men/prostate-enlargement-bph/features/managing-sexual-concerns-if-you-have-bph#1 cited 2016, September 30.
  5. http://www.merckmanuals.com/home/men-s-health-issues/benign-prostate-dis...benign-prostatic-hyperplasia-bph cited 2016, September 30


Baca Juga:
Gangguan Prostat: Ketahui dan Kenali Faktor Risiko
Gangguan Prostat: Gejala dan Komplikasinya